6 Kiat Memilih Bisnis Waralaba

6 Kiat Memilih Bisnis Waralaba

Franchisor menggunakan produk franchise untuk mengatur bagaimana cara pedagang eceran atau franchisee menjual produk yang dihasilkan oleh produsen. Pemberi lisensi di negara asal memberikan hak atau sumber daya terbatas bagi pemegang lisensi. Hak atau sumber daya dapat mencakup paten, merek dagang, keterampilan manajerial, dan teknologi; yang mana memungkinkan bagi pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual produk serupa di negara tuan rumah. Mengenai bahan-bahan yang digunakan, jika dalam bisnis franchise telah disediakan oleh pihak pemilik. Namun, dalam menjalankan usaha sendiri, tentunya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan model di kalangan masyarakat.

Sendangkan di Indonesia sendiri, waralaba baru mulai dikenal mulai tahin 1950-an. Kemudian anggaplah per satu porsinya dihargai Rp 20 ribu dan minimal pemesan 40 porsi untuk satu hari. Maka dalam sebulan sudah menghasilkan pendapatan sebesar Rp 24 juta. Namun itu hanya pendapatan kasar belum ditambah dengan penjualan lontong dan laba bersih yang didapat. Aktif di media sosial dan berinteraksi dengan calon pembeli tentu akan sangat membantu bisnis Anda yang masih baru.

Beberapa keuntungan dan kerugian usaha waralaba

Pemilik waralaba dalam menyeleksi calon mitra usahanya yang berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA. Manajemen yang mengikat atau tidak bisa dirubah, sehingga pemilik sarana apotek tidak leluasa dalam melakukan improvisasi dalam menjalankan bisnisnya. “Franchise Fee” tambahan antara 60 hingga ninety juta rupiah yang berlaku untuk 6 sampai eight Bandar Slot Online tahun, ini diluar modal usaha. Produk waralaba biasanya sudah terkenal dikalangan masyarakat sehingga kita tidak perlu memperkenalkan produk tersebut dari nol. Selain itu, hindari kata-kata advertising yang menjebak, misalkan mampu meraup untung hanya dalam hitungan hari saja.

Comments are closed.